:

Sunday, January 5, 2014

Solidworks 2011 simulation express (complete tutorials)

Solidworks simulation express merupakan tool yang befungsi untuk menganalisa kekuatan sebuah design part modeling. Dengan adanya simulation express ini sangat mambantu sekali untuk mengurangi kesalahan dalam membuat design. Akurat tidaknya suatu design yang dibuat dipengaruhi juga dengan beberapa faktor lainnya seperti : material benda, restraint (bagian diam dari part), dan loads (beban) yang diberikan. Jadi agar hasil lebih akurat perhatikanlah faktor tersebut diatas. Karena hanya untuk menganalisa suatu design part maka ketika untuk menganalisa suatu assembly maka harus  dianalisa satu per satu part yang ada. 

Beberapa hal penting dari suatu analisa diantaranya mengetahui faktor keamanan dari kekuatan design yang kita buat. Selain itu dapat diketahui perubahan bentuk akibat dari perlakuan beban yang diberikan terhadap design yang dibuat.

Di dalam solidworks untuk menghitung sebuah ketegangan suatu part (strees analis) harus berdasarkan Finete Element Methode (FEM). Dengan bantuan metode ini maka dapat untuk memecahkan suatu masalah yang rumit. Nantinya masalah yang rumit tersebut akan dibagi ke suatu bentuk element-element. Untuk selanjutnya element tersebut akan dibagi lagi menjadi point-point yang dinamakan “nodes”. Sebuah metode analisa yang memakai metode FEM disebut juga Finete Element Analisys (FEA).

Oke, mungkin untuk praktek cara menganalisa menggunakan simulation express langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

(1). Buatlah part modeling yang akan di analisa. Disini  contoh menggunakan model yang cukup sederhana dan mudah seperti model  dibawah ini. Untuk model lain yang lebih rumit bisa anda buat sendiri. Pada intinya konsep langkah-langkahnya sama.


(2). Dari  main tool bar atas, pilih Menu “tool” kemudian pilih “Simulation Express”.


(3) . Akan tampil kotak simulasi express , klik “option” , pada system of units pilihlah “English IPS” , Simpan nama file hasil analisa (No.2) dan  selanjutnya ikuti petunjuk gambar dibawah ini.


(4) Klik Next , kemudian Klik Add fixture.  Pada kondisi ini adalah menentukan face/permukaan diam model part sebagai referensinya. Setelah itu Klik OK ( centang ).


(5). Klik Next, kemudian Klik “Add a Force”. Ikuti petunjuk gambar dibawah ini.


(6). Klik next , Klik “Choose material”, pilihlah alloy steel, Klik “Apply” , lalu klik Close.
(7). Klik next , Klik “Run Simulation”. Lalu ikuti petunjuk gambar dibawah ini.
 


Pada contoh kasus diatas telah menghasilkan safety factor (FOS) sebesar 1,4 yang artinya bahwa design part tersebut mampu menerima beban sebesar 1,4 kali dari beban yang ditentukan (1500 pon). Adapun titik kritis ditunjukan dengan warna merah. Pada area tersebut akan rawan patah jika diberikan beban melebihi batas maximal yaitu 1,4 x 1500 pon.

Semoga bermanfaat ....aamiin ....

Friday, January 3, 2014

Membuat template gambar Autocad 2010 ~ ( Lanjutan )

 Untuk settingan template autocad selanjutnya adalah sebagai berikut.
-    Tahap setting format text , caranya dari menu “Format”  klik  Font Style , edit jenis fontnya di Font name misal swist 721 , edit juga hight  menjadi 2,5 . Ingat bahwa standar ukuran scale 1:1 umunya menggunakan Hight =2,5 . kemudian klik “ Apply”

-    Selanjutnya kita akan  setting pada format dimension, caranya : dari command line : ketik D  enter, masuk kotak dialog klik “modify”, selanjutnya ikuti petunjuk gambar untuk settingan standarnya.




Note :
-    Pada umumnya jika menggunakan scale  1:1 kertas A4 , ukuran arrowhead adalah 2,5. Bentuk arrowhead bisa menggunakan bentuk yang lain seperti dot dan lain sebagainya. Pada menu FIT  user over all scale  masukan angka 1  karena template yang akan dibuat adalah menggunakan scale 1:1. Kemudian pada primary units adalah untuk pengaturan digit angka decimal. Sehingga digit dibelakang angka yang akan ditampilkan bisa diatur pada setingan primary units.

-    Setelah dirasa sudah cukup betuk format templatenya.
-    Tekan CTRL+S    untuk simpan templatenya , tentukan folder dimana file akan disimpan (No.1), ketik nama filenya (2), pilih extensi .dwt ( No.3), lalu save (No. 4 )
-     Perhatikan gambar dibawah ini :


Cara membuat template sudah selesai, sekarang kita pelajari juga membuat 1 buat template untuk berbagai scale template gambar sesuai yang kita inginkan.

Bagaimana caranya ..?   

Caranya mudah dan tidak begitu sulit, disini kita hanya menambahkan sub format text dan sub format dimensinya. Setelah kedua sub format tersebut dibuat, kita tinggal men-scale template yang sudah jadi. Misal : kita akan memakai scala 1:4, nah sebelumnya kita siapkan dulu subformat text dan dimensinya untuk scale 1:4. Kemudian  kita scale template gambarnya menjadi 4x lebih besar. Selanjutnya aktifkan format scale tersebut sehingga apa yang kita gambar secara otomatis akan mengikuti format scala yang kita pilih.

Cara menambah sub format Text dan sub format dimensi dalam 1 scala template.
-    Dari command line : ketik ST lalu enter, klik New, ketik nama file scalanya.. klik OK, kemudian setting Hight fontnya menjadi 4x   yaitu 2.5 x 4 = 10, selanjutnya klik Close.



-    Dari command line : ketik D lalu enter, 

Karena sebelumnya sudah pernah setting pada scale 1:1 maka untuk settingan pada scala 1:4  kita hanya merubah di menu FIT ...gantilah menjadi angka 4. Jadi ketika menggunakan template scale 1:4  cukup aktifkan saja pada pilihan scale 1:4. Lihat gambar dibawah ini.




Selesai..


                                                                     #  Back  #

Membuat template gambar Autocad 2010 (Make drawing template for Autocad)

Template gambar merupakan suatu bidang/format/kop gambar yang akan digunakan untuk menggambar yang sudah disesuaikan  dengan estimasi ukuran gambar yang dibuat. Sebagai bayangan pemakaian template yang tepat bisa  kita ambil contoh menggambar sebuah pena/pensil. Karena sebuah pensil jika di gambar dengan scale 1:1 (ukuran sebenarnya) akan tepat masuk ke area kertas A4 baik dari tampak depan, samping maupun atas, jadi template gambar yang pas untuk menggambar sebuah pena/pensil adalah A4 scale 1:1. Untuk menggambar benda yang ukurannya lebih besar maka kita bisa coba untuk melakukan perbandingan scale, yaitu dengan dimasukkan ke template ukuran berbeda-beda  sampai ditemukan ukuran template scale yang pas. File template mempunyai extensi file tersendiri yaitu *.dwt . 

Ketika file template dibuka untuk memulai menggambar maka secara otomatis saat akan disimpan sebagai file gambar akan berubah menjadi file extensi  *.dwg. Dengan begitu file  template yang sudah dibuat tidak akan berubah oleh gambar baru yang sudah kita buat. Di dalam autocad sebenarnya sudah terdapat beberapa file template namun kita tidak tahu scale yang dipakai. Dari pada kita mengatur setingan baru maka lebih baik kita persiapkan dengan membuat template sendiri. Untuk membuat template autocad   ada 2 cara. Cara pertama adalah dengan perintah “limits” ( tidak pakai tanda petik) dengan ketik langsung di command line. Cara kedua dengan membuat pola ukuran kertas terlebih dahulu kemudian disimpan dengan nama file extensi *.dwt. Dengan perintah limits mungkin terlalu ribet, nah untuk mudahnya kita pakai cara yang kedua karena pada intinya bisa digunakan sebagai template gambar.
Cara membuat template autocad  ( All version 2000 ~ Up )
-    Ketika pertama kali membuka autocad pasti otomatis langsung ke tampilan posisi siap menggambar.
-    Buatlah kotak sebagai pola ukuran bidang kertas, sebagai permulaan pakailah ukuran kertas A4 scale 1:1.
-    Caranya : dari command line ketik Rec  lalu enter.
-    Klik kiri mouse di area bebas
-    Lalu  pada baris command line  muncul “Specify other corner point or [Area/Dimensions/Rotation]: ”
-    Ketik @270,180   lalu enter.
Note:
 Ukuran kertas A4 adalah 297 x 210 mm , dipotong area masing-masing 2 x sisi tepi 15 mm maka kurang lebih area gambarnya (297-30) x (210-30) menjadi  270 x 180. 

-    Kemudian zoom agar tampilan kotaknya terlihat semua.
-    Lengkapilah kolom tabel untuk data label template seperti : project gambar, drawer, scale , title, customer, date , dan sebagainya yang sekiranya menurut anda sudah cukup. Untuk membuat tabel kolom tersebut gunakan perintah copy, offset, dtext, move , trim, extend.

---------- bersambung ---


.


Monday, December 23, 2013

CARA (2) ~ PRINT GAMBAR DI AUTOCAD 2010 ~ ( WAY TO PRINT DRAWING AUTOCAD )

Setelah kita selesai menggambar dengan lengkap baik dari segi pemberian dimensi, keterangan dan lain sebagaiannya, untuk melihat hasilnya adalah dengan cara diprint pada kertas sesuai dengan ukuran kertas yang sesuai dengan template gambar yang digunakan. Berdasarkan pengalaman pribadi, kesalahan-kesalahan yang terjadi kadang bisa langsung ditemukan ketika gambar sudah diprint out. Kenapa bisa begitu..? sebenarnya  banyak sekali faktor “X” yang memungkinkan hal ini terjadi. Mungkin karena sudah terlalu capek menggambar dikarenakan lembur dan sebagainya sehingga mengakibatkan mata lelah. Dengan kondisi seperti itu maka ketika mata kita  dipaksakan untuk mengecek kembali hasil gambar yang hanya dilihat langsung pada tampilan monitor terkadang ada saja yang terlewati kesalahan-kesalah baik kecil maupun besar. Memang mata kita akan terasa lebih fresh jika langsung melihat gambar yang sudah dicetak pada kertas.  Untuk ukuran kertas kalangan umum biasanya menggunakan kertas A4 atau A3. Sedangkan untuk ukuran A0 jarang sekali dipakai kalau tidak perlu sekali. Biasanya yang sering menggunakan kertas ukuran A0 adalah untuk gambar gedung-gedung yang besar atau lebih tepatnya untuk gambar general arsitektur. Dengan begitu ukuran detail gambar bisa terlihat dengan jelas saat digunakan buat presentasi.
Oke, biar tidak berkepanjangan intermesonya sekarang akan saya uraikan cara print gambar di autocad dengan cara yang mudah dan sederhana. Kebetulan sekali banyak teman yang masih bingung dan belum paham bagaimana cara mengeprint gambar di autocad. Padahal mereka sudah ada buku panduan dan tutorial dari berbagai macam media tapi tetap saja masih bingung. Untuk cara yang kedua ini menggunakan settingan pada menu “Page Setup Manager”. Yaitu dengan Klik menu File , pilih “Page Setup manager”.  Setelah muncul dialog page setuonya , Klik new ( No.3)

-    Kemudian masuk ke “New page Setup”, ketik nama setupnya misalnya: gambar Flange (1)
-    Lalu klik OK.

-    Selanjutnya akan masuk ke menu seting plot, Perhatikan bahwa No. 6  sudah tertera nama setupnya. Nama setup ini yang nantinya akan dipakai untuk proses print gambar.

- Lakukan setingan sesuai urutan pada tutorial cara (1) print gambar di autocad.
- Setelah itu klik OK
-Selanjutnya akan masuk ke dialog page setup lagi , Klik gambar Flange , set current ,
 lalu klik Close.


- Untuk mengeprintnya , Tekan CTRL + P   , perhatikan pada bagian pada setup name apakah sudah sesuai dengan nama yang sudah anda ketik, jika sudah sama maka bisa langsung anda  klik OK untuk mencetak hasil gambar kerja anda.... Good Luck ..




CARA (1) ~ PRINT GAMBAR DI AUTOCAD 2010 ~ ( WAY TO PRINT DRAWING AUTOCAD )

Sebenarnya ada banyak cara untuk mengeprint gambar baik gambar 2D ataupun gambar 3D. Disini saya ambil contoh gambar berupa flange yang memakai ukuran kertas A3 dengan Scala 1:1. Pada prinsipnya untuk pemakaian kertas dan scala yang berbeda, proses setting printernya sama saja. darena pada autocad dengan sendirinya akan menentukan ukuran scala yang sesuai dengan template  gambarnya.


Cara pertama yaitu tanpa setting di page setup manager , yaitu dengan cara menekan CTRL+P  secara bersamaan , atau bisa juga dengan menu ikon bergambar printer. Dan selanjutnya akan tampil Settingan printer/plot gambar seperti dibawah ini.


- Sebaiknya jika anda masih belum lancar dan hafal, sebaiknya ikuti urutan nomor yang tertera pada gambar diatas.
- Klik no.1 , dan tentukan jenis printer yang sudah anda pasang ( merk bisa Canon, Hp, dll).
- Abaikan No.2 dan No.3 .  biarkan setingan default dari printernya.
- Klik No. 4 pilih lah ukuran kertas A3 ( karena sample gambar yang berikan menggunakan A3). Tapi jika anda memakai A4 maka ganti menjadi A4.
- Klik pada No.5 sehingga muncul tanda centang pada fit paper. Berfungsi untuk menentukan scala gambar secara otomatis menyesuaikan ukuran template yang ada.
- Klik No.6 pilih “landscape” jika kertas arah horisontal dan pilih  “portrait” jika arah kertas vertikal.
- Klik No. 7 sampai muncul tanda centang.
- Klik No. 8 dan pilih window selanjutnya klik No.9 . setelah klik menu ini anda akan dibawa masuk ke area gambar.
- Aktifkan Object Snap nya jika autocad anda belum aktif object Snapnya. Yaitu dengan Tombol F3.  Lihat cara setting obejct Snap disini.
- Selanjutnya tempel kan kursor mouse pada pojok bawah (A) hingga muncul endpoint, lalu klik kiri mouse dan geser ke arah pojok atas (B) dan klik kiri mouse ...


- Nah,  setelah diklik pada kedua pojok kertasnya anda akan kembali ke menu print lagi.
- Klik  Preview ( No.10). 


Dan tampilannya seperti dibawah ini.


Kemudian tekan tombol Esc , lalu klik OK . Dan tunggulah beberapa detik karena proses printer sedang berjalan.  Selesai,  jangan lupa “Save” hasil gambar kerja anda.





Sunday, December 22, 2013

Cara menentukan Origin & Dimensi gambar solidworks ~ (Trik-02)

Cara yang kedua adalah dengan membuat gambar terlebih dahulu. Yaitu dengan cara  menentukan titik pusat (origin) setelah sketsa  gambar selesai dibuat. Misalnya diambil contoh membuat gambar kotak (rectangle).

Caranya :
-    Pada command manager, klik “sketch”,  kemudian pada area “feature manager design tree” klik  “right plane”  selanjutnya kursor masih diposisi tersebut lalu klik kanan dan pilih “normal to”. 


-    Selanjutnya memulai sketsa gambar kotak  area bebas  tempat tanpa mengacu pada titik origin.
-   Pada command manager, klik “sketch” (No.1),  Klik corner rectangle (No.2 , muncul properties manager klik rectangle ( No.3 ).  Kemudian klik right plane ( contoh pakai right plane ). Kemudian klik normal to.

-    Selanjutnya Klik mouse untuk posisi area bebas lalu geser mouse ke pojok bawah , setelah itu klik Oke ( contreng hijau) untuk mengakhiri sketsa gambar. Tampak seperti dibawah ini.


Syarat untuk memindah/menggeser sketsa gambar ke posisi origin yaitu sketsa gambar harus dalam kondisi fix. Untuk mengkondisikan ke bentuk object yang fix adalah  dengan cara memberikan ukuran / dimensi ke sketsa yang akan di pindah.

 Caranya   :
-    Klik smart dimension, kemudian pilih  garis sketsa gambarnya dengan menggunakan  klik kiri mouse  , setelah muncul nilai dimensinya geser mouse ke atas. Kemudian klik kiri mouse sekali lagi. Setelah muncul “modify menu” . klik tanda OK ( contreng hijau).


-    Ulangi cara diatas untuk memberikan dimensi pada garis vertikalnya. Kemudian klik referensi titik untuk menggeser sketsa gambar, lalu geser ke posisi origin. Setelah itu keluar untuk mengakhiri sketsa. Perlu diketahui bahwa suatu sketsa gambar bisa dikatakan sudah fix jika sudah lengkap memberikan ukuran dimensinya. Jika hanya memberikan satu ukuran dimensi makan gambar tersebut masih belum fix. Sehingga hasilnya  tampak seperti dibawah ini :



Oiya Hampir lupa, pada contoh diatas ukuran dimensinya mungkin bikin pusing karena ada 3 digit desimal. Nah untuk merubah ke ukuran yang kita inginkan cukup klik dimensinya jika sketsa gambar belum keluar dari sketching.

Caranya :
Klik sebanyak dua kali dimensi yang mau kita rubah, lalu muncul modify menu, masukkan parameternya misal  80  , selanjutnya klik tombol “regenerate” untuk update . setelah di klik regenerate maka dimensi gambar akan berubah langsung sesuai nilai yang di masukan. Setelah itu klik  OK ( contreng hijau). Klik Exit Sketch untuk keluar dari mode sketching.


Bagaimana jika sudah keluar dari mode sketching..?
 Gampang saja kok,  pada area ” feature manager design  tree “ klik dua kali sketch yang akan dirubah dimensinya. Nanti secara otomatis akan masuk ke mode sketching, setelah itu  lakukan cara edit dimensi seperti cara diatas.


Semoga bermanfaat.....


Cara Menentukan Origin Sketch Solidworks 2011 ~ (Trik-01)

Hal terpenting saat proses pembuatan sketsa drawing 2D adalah   menempatkan titik origin pada sketsa yang akan dibuat untuk pemodelan 3 Dimensi. Untuk posisi originnya bisa diletakan  terserah  anda, yang penting titik origin menempel tepat di sketsa drawing. Mungkin bagi yang belum paham arti penting sebuah titik origin, pasti hal ini akan terabaikan.

Perlu diketahui bahwa dalam mendesign gambar 3D sudah pasti akan dimulai dengan nilai dimensi angka  nol (origin). Dengan sudah ditentukan titik origin, akan lebih memudahkan kita dalam menentukan nilai parameternya pada langkah-langkah berikutnya. Sebetulnya akan lebih mudah jika kita memulai gambar 3D (3-dimensi) langsung dari command manager yaitu toolbar features. Berhubung sudah disediakan menu Sketch maka tak ada salahnya mendalami semua karakter fungsi  dari masing-masing perintah skecth yang ada di solidworks. Sehingga dengan sudah terbiasa dan terlatih menggunakannya akan menjadikan kita lancar/mahir/profesional. Jadi bisa dikatakan bahwa tidak ada yang sulit untuk belajar 3D solidworks jika ada kemauan yang keras dan tekun berlatih. Ada pepatah mengatakan tidak ada yang mustahil di dunia ini.

Oke, tampilan menu Skecth 2011 seperti dibawah ini .

Nah sekarang kita akan belajar cara memposisikan titik origin terlebih dahulu pada  gambar sketsa 2D.

Ada dua cara untuk langsung menentukan posisi titik origin yaitu :

Cara  pertama yaitu langsung menentukan titik origin saat pertama kali membuat sketsa gambar 2D. Jika origin belum tampil di lembar gambar, kita bisa menampilkan terlebih dahulu .

Caranya:  
Arahkan kursor mouse ke main tool bar yang berada di bagian atas ( No.1 pada gambar)..  Klik menu View dan arahkan kursor pada pilihan “origin” ( No.2 pada gambar). Jika origin sudah aktif akan di tandai dengan kotak pada menu originnya, jika masih belum aktif maka ulangi cara diatas sekali lagi.


Jika sudah berhasil mengaktifkan originnya maka akan tampak  seperti gambar dibawah ini.  Kebetulan contoh plane geometry yang diaktifkan adalah Front Plane.


Selanjutnya anda bisa langsung memulai sketch gambar  yang diawali dengan posisi origin , geser mouse kemana anda inginkan tanpa scala ukuran , kemudian berikan nilai dimensi dengan smart dimensi . Dengan di berikan dimensi maka pemberian parameter sembarangpun akan bisa diedit sesuai yang kita kehendaki.

To be Continue...

Link relation :
- Cara Menentukan Origin Sketch dan Dimensi pada Solidworks  2011 ~ (Trik-02)


Thursday, December 19, 2013

3d modeling Solid Edge 20 versi lain dari Solidworks.

Terasa asing mungkin kedengarannya buat anda. Bisa jadi  karena memang anda baru mau  mulai mendalami pemodelan 3D ( 3 Dimensi ). Atau bisa jadi Anda sudah fanatik dengan software 3D tertentu yang sudah anda kuasai, sehingga anda merasa tak perlu lagi memakai dan mengenal software solidedge V20. Akhir-akhir ini perkembangan software untuk saat ini memang begitu pesat, dan mungkin sekarang sudah ada ratusan software 3D bermunculan.


Solid edge ini mempunyai bentuk  featur menu toolbar yang mirip sekali dengan Solid Works. Mulai dari pengaturan Plane , Skecthing , Assembling, Drafting, modify feature dan lain sebagainya. Solid Edge ini tergolong masih baru sehingga dengan kemunculan software ini diharapkan akan menutupi kekurangan-kekurangan dari fitur yang ada pada software 3D lainnya. Beberapa perusahaan besar di dunia international sudah ada yang mewajibkan untuk memakai solidedge ini dikarenakan memang kelebihan dan kemudahannya tidak diragukan lagi. Bahkan dengan bantuan software ini menghemat cost production dikarenakan dapat meminimalkan kesalahan-kesalahan pada  design yang dibuatnya.a
 Interface Solid Edge pertama kali adalah seperti gambar di bawah ini.



Solid edge ini mempunyai banyak kelebihannya dibandingkan kekurangannya. Biasanya istilah software yang masih cacat atau belum sempurna itu biasa disebut bug. Nah, tentunya dengan melihat banyak software lain yang cukup sempurna maka solid edge berusaha keras menciptakan software yang anti bug. Anda penasaran ..? Silahkan anda mencobanya.....siapa tahu ada kecocokan Dan bisa jadi mungkin inilah sofware 3D yang selama ini anda cari untuk men-design 3d modeling (car modeling, caracter modeling , design produk dan lain sebagainya).

Apa saja kelebihan dari Solid Edge V.20 ..?
1.Tidak memerlukan grafik card yang besar. Dibandingkan dengan software lain yang harus mempunyai minimal grafik card diatas 512 mb.
2. Feature  menu  toolbarnya yang  simple sehingga mudah dioperasikan.
3.Terdapat pesan “error” ketika kita memberikan perintah yang kurang tepat dan tidak sesuai dengan prosedur. Dan jika ada kesalahan nantinya akan dipandu untuk membetulkan perintah yang sesuai.
4.Sangat Flexible untuk meng-import gambar dari software lain walaupun menggunakan  format file yang berbeda. Dukungan file bisa dilihat dibawah ini .
5.Hanya dengan satu fully dimensioned isometric drawing view  dapat  dibuat menjadi 4 view sekaligus yang dapat berisi informasi tentang produk.
6.Adanya feature engineering calculation tools sehingga memudahkan perhitungan-perhitungan serta estimasi dalam mendesign produk.
7. Dan masih ada ratusan kelebihan lainnya dari solidedge ini.

Oke...semoga bermanfaat , tutorial solid edge akan segera di bahas pada sesion selanjutnya.



Sunday, December 15, 2013

Cara memberi material google Sketch-up 7 ke atas

Cara memberi material google Sketch-up 7 ke atas
Google Skecth-up sudah menyediakan menu toolbar untuk memberikan efek material ke suatu obejct 3D yaitu menggunakan menu paint bucket.  Tentunya efek ini sudah cukup memberikan gambaran kepada kita bentuk dan teksturnya bentuk 3dimensi. Hanya saja jika Anda belum meng-install menu renderingnya ( Vray-for sketchup), maka hasil tampilan tekstur materialnya masih begitu standar. Jadi ketika design gambar 3D kita export ke bentuk image (*.Jpeg), maka image yang dihasilkan masih nampak ada garis patahan di setiap sisi garisnya. Berbeda sekali dengan hasil image yang menggunakan render Vray. Setiap sisi garisnya terlihat sangat halus ( tidak patah-patah) , terang dan jernih . Bisa dilihat perpedaannya seperti  gambar dibawah ini.
  
Oke. Sebelum ke tahap pemberian material, silahkan setting menu view seperti dibawah ini, hilangkan contreng nya.


-    Klik menu paint bucket , silahkan  ikuti dan perhatikan urutan settingnya pada gambar di bawah ini, ada baiknya lakukan latihan secara terus menerus agar memahami dan hafal bentuk material yang cocok yang nantinya akan diaplikasikan ke suatu object 3 dimensi.





-    Adakalanya kita memakai  bentuk material dari external ( bukan bawaan material yang disediakan google sketchup). Caranya adalah klik menu browse , kemudian cari lokasi dimana disimpan file image yang akan di gunakan sebagai material.

Mengenal Vray for google skecth-up
Yang  menarik dari Vray adalah bahwa image yang dihasilkan sangat mendekati dengan bentuk real. Untuk bisa menghasilkan render yang real mendekati bentuk nyata tentunya diperlukan keahlian khusus dan ketekunan berlatih secara continue. Karena memang untuk proses setting renderya tidak mudah, namun walaupun kita memakai setingan standar menggunakan option Global illumination, hasilnya sudah cukup memuaskan. Kelebihan lain dari Vray ini adalah waktu untuk proses renderingnya tidak memakan banyak waktu.  Dengan begitu kita tidak lelah menunggu hasil design.
Perlu diketahui juga jika ingin menginstall Vray ini, siapkan dulu perangkat keras komputer/laptop anda. Yang paling vital untuk mendukung selama proses rendering adalah sebuah memory/ram dan VGA cardnya. Diusahakan memiliki batas minimal yang dianjurkan untuk menginstall software Vray.  Untuk prosesornya minimal diatas Pentium 4, dengan Ram 2Gb atau lebih, kemudian VGA cardnya 256MB (minimal). Tentunya jika didukung dengan sarana yang memadai akan mempercepat kinerja kita.  Mungkin bahasan mengenai Vray secara luas dan gamblang akan dilanjutkan pada tutorial berikutnya. Semoga bermanfaat. 





Search Popular

Free 3D Model, Free tutorial 3D, belajar autocad basic dan exellent, surface modeling , 3dsmax, solid edge, solid work, jasa render, privat/kursus autocad tangerang, kontraktor rumah dan kolam renang, 3d lanscape